Tidak bisa dipungkiri, bahwa "dari sononya", seorang manusia adalah "UNGGUL", sejak pada tahap paling awal, bahwa manusia tercipta dari benih (spermatozoa) yang unggul yang telah sukses mengalahkan Ratusan Juta spermatozoa lainnya, ratusan juta competitor-kompetitornya. Masya Allah !
Maka apakah setalah lahir, tumbuh dan berkembang akankah anda memfonis diri anda sebagai orang lemah ? dan menjatuhkan pilihan sebagai Pecundang ? Dengan mencari-cari kelamahan anda, dia dan kita yang sebetulnya tidak berfakta ?
Maka nikmat Tuhan Kamu Yang manakah yang kamu dustakan ? demikian pertanyaan Sang Pengasih yang diulang berkali-kali dalam firmanNya pada Q.S. Arrahman
Menjadi Pecundang (a looser) atau Pemenang (a Winner) adalah sebuah pilihan, bukan sebuah suratan tangan, sebuah gambaran yang telah ditentukan. Kita bias melukis sebuah lukisan hidup yang penuh warna atau lukisan hidup yang hitam kelam. Kita sudah dibekali kanvas dan kuas serta beraneka warna untuk melukis hidup kita, diri kitalah yang harus mau kreatif untuk melukis seindah mungkin lukisan hidup kita, kita sendirilah yang menentukan kemenangan dan kekalahan dari pertandingan panjang hidup kita.
Allah tidak mengubah nasib suatu kaum, sehingga kaum itu mau mengubahnya. Inilah ketentuan abadi Allah, itulah Taqdir Allah yang digariskan dalam Kitab SuciNya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar